Sistem Pendidikan di China

Di China, mereka memiliki manajemen pendidikan yang sifatnya tersentralisasi. Ada 4 sektor di pendidikan Cina, yaitu basic education, technical dan vocational education, higher education dan adult Education. Ada pula pendidikan prasekolah yang memiliki materi permainan, olahraga, kegiatan di dalam kelas, observasi, pekerjaan fisik, sampai ke aktivitas sehari-hari.

Pendidikan merupakan indikator yang penting kalau Cina mengarah ke proses modernisasi. Sedangkan untuk orang dewasa, pendidikan adalah komponen penting yang bisa meningkatkan kualitas orang-orang dalam masyarakat. Dengan ini, secara langsung bisa mengembangkan sosio ekonomis di penduduk.

Pemerintah dalam mendapatkan guru-guru yang bermutu, mereka mendorong para lulusan menengah yang memiliki bakat untuk bisa memasuki lembaga pendidikan guru. Selama 9 tahun mereka memiliki program gratis belajar, tapi mereka tetap membutuhkan dana untuk membeli buku pelajaran. Selesai itu, orang tua harus bisa membiayai sendiri anak-anaknya untuk bersekolah. Itu sebabnya banyak orang-orang di desa yang anak-anaknya tidak mereka sekolahkan.

Berikut ini adalah faktor penting dari pendidikan di Cina.

Faktor Penting Pendidikan Cina

1.Jenjang Pendidikannya

Di Cina, para anak-anak akan belajar selama 5 hari dalam seminggu. Mereka membagi tahun akademik menjadi 2 semester dan bulai dari September-Maret. Ini adalah jenjang pendidikan yang ada di Cina.

a.Pendidikan Dasar

Sama seperti di Indonesia, setelah selesai menempuh pendidikan prasekolah, para siswa akan mulai masuk ke sekolah dasar di usia 6 tahun. Sekolah dasar ini akan berlangsung selama 6 tahun dengan mata pelajaran yang sudah ditentukan. Seperti Bahasa China, Matematika, Sejarah, Geografi, Sains, dan sebagainya. Selain itu ada juga pendidikan moral dan politik dasar. Ada pula pendidikan untuk jasmani seperti olahraga.

b. Pendidikan Menengah

mereka membagi pendidikan menengah menjadi 2, yaitu akademi dan menengah kejuruan/khusus/teknik. Akademis pun terbagi menjadi 2 level, yaitu untuk Junior dan untuk Senior. Level Junior dimulai pada saat mereka berusia 12 tahun dan berlangsung selama 3 tahun. Pada tingkat ini, para murid akan memilih untuk mengikuti kelas sains ataukah sosial.

Sedangkan untuk masuk ke tingkat senior, mereka akan memberlakukan tes untuk melihat apakah siswa tersebut sudah bisa meneruskannya. Level senior sendiri biasanya dilakukan ketika murid sudah berusia 15 tahun dan berlangsung selama 2-3 tahun.

c.Pendidikan Khusus

Selain itu di Cina, mereka pun memiliki sistem pendidikan khusus yang ditujukan pada anak-anak yang memiliki kemampuan khusus dan untuk mereka yang merupakan anak-anak terbelakang. Mereka diperbolehkan untuk lompat kelar. Anak-anak dengan kemampuan terbatas ini akan diarahkan pada tujuan untuk bisa mencapai standar minimum.

d.Pendidikan Tinggi

apa pun jenis pendidikan tingginya, mereka wajib untuk bisa lulus pada tes Masuk Perguruan Tinggi Nasional yang dilakukan pada bulan Juli. Penempatan jurusan sendiri akan ditentukan melalui hasil tes masing-masing siswa. Siswa yang lolos akan masuk pada daftar jurusan yang sudah ia pilih sebelumnya. Sistemnya mirip dengan SBMPTN yang ada di Indonesia.

Nah, itulah beberapa sistem pendidikan yang ada di Cina. Memang tidak begitu jauh berbeda dengan apa yang ada di Indonesia, namun sistem pendidikan mereka cukup terstruktur dengan baik. Selain pendidikan, masyarakat China juga juga sukses karena mereka memiliki jiwa dan semangat berwirausaha. Ini akan sangat membantu perekonomian negara. Mereka pun bisa menghindari untuk menjadi pegawai atau pekerja kantoran, berbeda dengan di Indonesia yang masyarakatnya yang masih banyak tergantung pada pekerjaan kantoran.

Universitas Terbaik Jurusan Arsitektur di China

Jurusan Arsitektur dirasa menjadi sebuah jurusan yang memiliki prospek kerja cerah, sebabnya banyak orang yang ingin mencoba masuk ke jurusan ini. Di China sendiri terdapat banyak universitas yang menawarkan jurusan Arsitektur terbaik mereka.

Jika berminat untuk mencari tahu Universitas apa sajakah yang menawarkan jurusan ini, berikut ini adalah beberapa universitas di China terbaik yang bisa menjadi pilihan.

Universitas Jurusan Arsitektur di China

1.Tsinghua University

Tsinghua University merupakan sebuah Universitas yang berada di Beijing, China. Kampus yang sudah berdiri sejak tahun 1911 ini memiliki 19 fakultas dan juga terdapat lebih dari 33,000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana. Di antara 33,000 mahasiswa tersebut, terdapat 2,600 mahasiswa internasional.

Mereka menawarkan beragam program sarjana dan pascasarjana berbahasa Inggris. Salah satu jurusan terbaik yang ada di Tsinghua University adalah Arsitektur, terbukti dengan jurusan Arsitektur di kampus ini berada pada posisi ke 10 di dunia. Selain arsitektur, terdapat juga Teknil Sipil, Ilmu Informasi, Jurnalisme dan Komunikasi, dan juga Kebijakan Publik. Yang lebih menarik lagi, mereka juga menawarkan beasiswa untuk para mahasiswa Internasional.

2. Tongji University

Di Tongji university, mereka tidak hanya fokus pada penelitian bangunan dan lingkungan, tapi juga ke kombinasi estetika, desain arsitektur, bahkan teknologi. Penelitian mitologi dan menciptakan ruang yang bisa digunakan untuk menghasilkan bentuk fisik yang estetis.

Mereka mengintegrasikan sosiologi, teknologi, dan seni. Hubungannya erat dengan ilmu alam seperti mekanika, optik, akustik, sedangkan pada teknologi ada hidrolik, termal, dan listrik. Masih  banyak hal lain yang mereka pelajari. Karena cara pembelajarannya ini, mereka menjadi salah satu universitas tertua yang bergengsi di China dan jurusan arsitekturnya berada pada urutan ke 18 di dunia.

3. Shanghai Jiao Tong University

Shanghai Jiao Tong University merupakan universitas yang berdiri di tahun 1896 dan menjadi salah satu universitas tertua yang ada di China. Universitas ini sendiri memiliki 29 fakultas dan juga 43,000 mahasiswa. 2,134 mahasiswa yang ada di Shanghai Jiao Tong University merupakan mahasiswa Internasional. Program sarjana dan pascasarjana yang mereka tawarkan ada Teknik, Ekonomi dan Manajemen, Hukum dan Internasiona, serta Hubungan Publik.

Salah satunya jurusan favorit di Shanghai Jiao Tong University adalah Arsitektur. Bahkan jurusan arsitektur di Shanghai Jiao Tong University berada pada posisi ke-50 di dunia. Meski berada di China, mereka juga memiliki sejumlah program dengan bahasa Inggris, karena mereka juga bekerja sama dengan beberapa universitas di Inggris dan Amerika Serikat.

4. The Hong Kong Polytechnic University

Tidak ada salahnya untuk memasukkan The Hong Kong Polytechnic University dalam daftar ini, karena jurusan kuliah Arsitektur di kampus ini bahkan masuk pada peringkat ke-20 di dunia. Meski hanya memiliki 6 fakultas dan 2 sekolah, tapi kampus ini berhasil menunjukkan kalau mereka merupakan yang terbaik. Fakultas yang ada di The Hong Kong Polytechnic University ada fakultas Sains Terapan dan Tekstik, Fakultas Bisnis, Fakultas Konstruksi & Lingkungan, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan & Ilmu Sosial, Fakultas Humanitas, Sekolah Desain, dan juga Sekolah Hotel dan Manajemen Pariwisata.

Nah, itulah beberapa rekomendasi universitas dengan jurusan arsitektur terbaik yang ada di China. Sekolah-sekolah ini sangat welcome terhadap murid-murid internasional, bahkan beberapa di antaranya memberikan beasiswa bagi para mahasiswa Internasional. Tunggu apa lagi? Ayo daftarkan dirimu ke kampus tujuan!

Universitas di China dengan Jumlah Mahasiswa Indonesia Terbanyak

Anda mungkin sudah familiar dengan kata-kata ‘Tuntutlah ilmu sampai ke China’, kata-kata ini bukan hanya sekedar umpama saja, loh. Karena faktanya, banyak universitas yang ada di China merupakan universitas-universitas terbaik yang ada di dunia. Bahkan, terdapat setidaknya 400.000 lebih mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Tiongkok.

Mahasiswa Indonesia juga banyak yang memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka di negeri tirai bambu ini, setidaknya terdapat 15.000 orang yang belajar di berbagai kampus yang ada di China. Ini menjadikan Indonesia menjadi Negara ke-7 penyumbang mahasiswa asing yang ada di China.

Nah, kampus mana sajakah yang memiliki mahasiswa asal Indonesia terbanyak di China? Berikut ini adalah beberapa universitas di China yang banyak memiliki mahasiswa asal Indonesia.

5 Kampus di China dengan Mahasiswa Indonesia Terbanyak

1.Universitas Tsinghua

Yang pertama adalah Universitas Tsinghua yang memiliki hampir 4000 mahasiswa asing yang di dalamnya termasuk dengan mahasiswa asal Indonesia. Tujuan dari Universitas Tsinghua ini adalah untuk bisa menghubungkan China dengan dunia luar dan mengembangkan solusi inovatif untuk permasalahan yang ada di China.

Ada beragam fakultas di Universitas Tsinghua, beberapa diantaranya adalah Akademi seni, desain, fakultas teknik penerbangan, fakultas arsitektur, fakultas teknik, fakultas humaniora, fakultas hukum, dan masih banyak lainnya.

2.Universitas Peking

Berikutnya ada kampus negeri di Beijing, yaitu Universitas Peking. Kampus ini didirikan di akhir masa dinasti Qing dan merupakan universitas nasional pertama yang ada di Tiongkok Modern. Mereka konsisten untuk memegang rangking teratas perwakilan universitas Tiongkok pada kancah Universitas. Di sini setidaknya terdapat 3500 mahasiswa asing yang juga termasuk mahasiswa Indonesia.

3. University of Science and Technology of China

Pada tahun 1958 di Beijing, berdirilah kampus spesialisasi sains dan teknologi bernama University of Science and Technology of China. Tujuan awalnya adalah untuk menjadi pemenuh kebutuhan akan sains serta teknologi di dalam negeri. Beberapa fakultas yang berada di kampus ini, antara lain ada Ilmu Teknologi Komputer, Ilmu Keinsinyuran, Ilmu Sosial dan Budaya, ilmu kesehatan, ilmu Matematika, dan masih banyak lainnya.

Sesuai dengan namanya, kampus ini memiliki hubungan yang strategis dengan beberapa organisasi internasional, sebut saja International Thermonuclear Experimental Reactor, European Organisation for Nuclear Research, dan juga berpartner dengan kampus-kampus top yang ada di dunia.

4. Universitas Zheijang

Universitas Zheijang adalah salah satu perguruan tinggi tertua yang ada di China. Berlokasi di kota Hangzhou, ada beberapa fakultas yang mereka miliki, seperti seni dan kebudayaan, ilmu komputer, pendidikan, psikologi, klinik dan kesehatan, hukum, bisnis dan ekonomi,  pertanian, biologi, peternakan, dan masih banyak lainnya.

Mereka memiliki kebanggan akan inovasi kebudayaan serta kewirausahaannya. Peneliti serta pengajar yang ada di Universitas Zheijang fokus pada dampak yang akan ditimbulkan untuk masyarakat luas.

5. Universitas Fudan

Terakhir ada Universitas Fudan yang sudah berdiri sejak tahun 1905, merupakan lembaga perguruan tinggi yang dikenal sebagai pengajar aliran modern. Fakultas yang berada di Universitas ini antara lain ada Seni dan Kebudayaan, Kedokteran dan Kesehatan, Psikologi, Ilmu Fisika, Bisnis dan Ekonomi, Pendidikan Ilmu komputer, hukum, teknologi dan keinsinyuran.

Untuk hubungan luar negerinya, universitas ini memiliki kerja sama dengan lebih dari 200 universitas dan lembaga penelitian yang ada di 30 negara dan hubungan partner dengan berbagai universitas terkenal yang ada di dunia.

Nah, itulah beberapa universitas yang bisa menjadi rujukan terbaik untuk mahasiswa yang ada di Indonesia.

Ikuti Jejak China, Akankah Sekolah di Indonesia Buka Kembali?

Belum lama ini, terdapati sebuah sekolah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang kembali memberlakukan sekolah tatap muka. SMP Negeri 02 Jatibarang ini seakan mengabaikan anjuran untuk tetap melakukan sekolah secara Online, guna memutus tali rantai covid-19.

Meski sekolah tersebut berada pada zona hijau atau kuning, sekolah tidak bisa begitu saja melakukan kelas tatap muka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, atau Mendikbud, memiliki syarat yang wajib dipenuhi jika ingin kembali bersekolah seperti semula.

Nadiem Makarim, menyampaikan terdapat sejumlah tahapan persetujuan yang wajib untuk disepakati bersama. Itu disampaikan oleh Beliau kepada Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Desease dan Pemulihan Ekonomi Nasional 8 Agustus 2020 lalu.

Meski berada di zona hijau maupun kuning, itu tidak bisa menjadi alasan untuk melakukan sistem pembelajaran tatap muka secara langsung. Apa lagi hal itu dilakukan tanpa adanya persetujuan dari pemerintah daerah/ dinas pendidikan dan kebudayaan, kepala sekolah, dan persetujuan dari orang tua/ wali siswa yang tergabung di komite sekolah.

Meski saat ini sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi jika tidak dilakukan dengan persetujuan dari para wali murid maka itu tidak boleh dilakukan. Sehingga kalau orang tua/ wali tidak mengizinkan, peserta didik tetap melakukan pembelajaran di rumah dan tidak bisa dipaksakan.

Selain itu pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap, syaratnya adalah 30%-50% dari standar peserta didik perkelasnya. Untuk sekolah SD – SMA/K, yang awalnya 28 – 36 siswa, menjadi 18 peserta didik perkelas. Sedangkan untuk SLB, awalnya 5 – 8, menjadi 5 perkelas. Sedangkan PAUD, awalnya berkisar 15 peserta didik menjadi 5 peserta didik perkelas.

Pengurangan juga berlaku untuk jam belajar dan hari belajar, yaitu dengan sistem giliran rombongan belajar. Ini ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan, disesuaikan dengan masing-masing kebutuhannya.

Tetapi kalau satuan ini terindikasi di dalam kondisi yang tidak aman, Nadiem menegaskan kalau satuan pendidikan tersebut wajib untuk ditutup kembali.

Berbeda dengan China, mereka sudah berencana untuk kembali membuka sekolah tatap muka di akhir Agustus. Alasannya adalah kasus penularan Covid-19 sudah mulai melemah. Mereka akan melakukan pembukaan aktivitas siswa dan guru secara bertahap.

Pertama akan dimulai dari perguruan tinggi, menengah, dasar, sampai ke taman kanak-kanak. Mulai dari siswa menengah, mereka akan kembali ke sekolah di tanggal 29 Agustus 2020. Lalu untuk tingkat dasar, akan kembali di buka secara bertahap, yaitu 29 Agustus, 1 September, dan 7 September. Sedangkan untuk taman kanak-kanak akan kembali dibuka pada 8 & 9 September.

Sedangkan bagi perguruan tinggi yang ada di Beijing, mereka diberikan kebebasan untuk memutuskan kapan waktu yang tepat bagi mereka untuk kembali membuka aktivitas belajar di kelas. Tetapi untuk bisa kembali membukanya, dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan dari kantor gugus pencegahan dan pengendalian epidemi serta dari otoritas pendidikan.

Kalau dilihat dari kasus infeksi covid-19 di China pada saat ini, mereka masih melakukan perawatan untuk 802 pasien positif corona, yang di mana 41 orang dinyatakan kritis, dan 290 lainnya berada pada tahapan observasi.

Saat ini China tercatat memiliki total keseluruhan kasus positif yang mencapai 84.668 kasus, dan sudah 79.232 kasus yang dinyatakan sembuh. Angka kematian yang ada di China saat ini mencapai 4.634 jiwa. Semoga ke depannya kita bisa semakin melandaikan kurva penyebaran covid-19 dan kembali membuka sekolah – sekolah.

Shanghai International Study Intersional, Shanghai

Jika kita mendengar kota Shanghai, pasti yang terbayang adalah kegiatan malam disana seperti Casino sbeagai tempat perjudian Daftar SBOBET Terpercaya. Shanghai yang merupakan kota terbesar dalam bidang ekonomi, industri perdagangan, serta finansial dan komunikasi terpenting di Negara Tiongkok ini memiliki Universitas Ternama dengan reputasi pendidikan terbaik.

SISU, Shanghai Intenational Study

Terletak di tepi delta Changjiang, terdapat salah satu tempat studi yang berfokus pada pendidikan bahasa, studi sastra, budaya perbandingan dan juga studi diplomatik. Shanghai International Studies University adalah salah satu kampus ternama yang berada di Kota Shanghai, atau biasa dikenal dengan SISU. Universitas ini dikenal sebagai tempat pertama pendidikan tinggi bahasa asing Tiongkok terbentuk.

SISU merupakan salah satu institusi yang memiliki seleksi penerimaan siswa baru yang cukup ketat. Dengan mendengar hal ini saja tentu saja membuat kita bisa berfikir bahwa SISU mempunyai sistem pendidikan dengan nilai baik. Seperti sistem pendidikan china lainnya SISU sendiri mengharuskan calon siswanya memiliki nilai yang memuaskab terlebih dahulu.

Sejarah SISU

Pada tahun 1949 SISU dimana saat itu masih menggunakan nama lamanya yaitu Sekolah Rusia Shanghai (Shanghai Russian School). Institusi tinggi ini sengaja dibangun oleh para komite Sentral Partai Komunis Tiongkok untuk mengembangkan diplomat dan penerjemah berkualitas untuk bidang Internasional. Di tahun 1950, jurusan Bahasa Inggris dihadirkan sebagai sekolah berbahasa asing yamg bekerjasama dengan Universitas Revolusi Rakyat China Timur. Pada bulan April 1951 Departemen bahsa dan satra oriental didirikan dengan bahasa yang diajarkan berupa bahasa Burma, Vietnam, dan Indonesia.

Studi bahasa yang ada didalam RSC semakin bertambah mulai dari bahasa Inggris, Rusia, Perancis, Jerman, Spanyol, dan juga Arab. Lalu tepat pada tahun 1994 secara resmi berganti nama menjadi Shanghai International Study University dengan ratusan bahasa yang menjadi pilihan akademis didalamnya.

Akademisi Di Dalam SISU

Seperti yang sudah kita sebutkan tadi bahwa SISU merupakan sekolah sastra asing, kira-kira bahasa asing seperti apa saja ya yang dijadikan pilihan study disana?

  • Sekolah Studi Bahasa Inggris
    • Jurusan Bahasa Inggris
    • Departemen Penerjemahan dan Penerjemahan
  • Sekolah Hubungan Internasional dan Hubungan Masyarakat
    • Sekolah Studi Jepang
    • Jurusan Bahasa Jepang
    • Sekolah Studi Asia dan Afrika
    • Jurusan Bahasa Arab
    • Jurusan Bahasa Korea
    • Departemen Persia
    • Departemen Vietnam
    • Jurusan Bahasa Indonesia
    • Jurusan Bahasa Thailand
    • Departemen bahasa Ibrani
    • Departemen Turki
    • Departemen Bahasa Hindi
    • Departemen Kiswahili
  • Sekolah Studi Eropa dan Amerika Latin
    • Jurusan Bahasa Spanyol
    • Jurusan Bahasa Portugis
    • Jurusan Bahasa Italia
    • Jurusan Bahasa Yunani
    • Jurusan Bahasa Belanda
  • Departemen Studi Rusia dan Eurasia
    • Jurusan Bahasa Rusia
  • Departemen bahasa Eropa Tengah dan Timur
    • Departemen Ukraina
    • Departemen Hongaria
    • Departemen Polandia
    • Departemen Ceko
    • Jurusan Bahasa Asia Tengah
    • Departemen Uzbek
    • Departemen Kazak
  • Jurusan Studi Bahasa Prancis dan Francophone
    • Jurusan Bahasa Prancis
    • Jurusan Studi Bahasa Jerman
    • Jurusan Bahasa Jerman
    • Departemen Swedia

Sistem Belajar Siswa di China

Setiap negara memiliki sistem belajarnya sendiri. Ada yang belajar dengan memfokuskan pada akademiknya, ada yang lebih berfokus pada kesukaan si anak, dan macam – macam lainnya. China juga merupakan negara yang memiliki generasi muda cerdas. Hal ini ternyata dibantu dengan adanya sistem pendidikan serta sikap dari sebagian besar masyarakat di China yang patuh pada aturan.

Berikut ini adalah beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah China agar generasi mereka bisa memimpin dalam hal pendidikan.

Program Pembelajaran Pemerintah China

1.Program Tidur Siang

Program pertama yang membantu para siswa di China untuk menjadi lebih fokus pada pembelajaran mereka di kelas adalah kegiatan tidur siang yang bisa membuat mereka lebih fokus nantinya saat kembali mulai belajar. Setelah melakukan aktivitas tidur siang, mereka akan melanjutkannya pada aktivitas tidur siang. Oh ya, makan siang mereka sudah disiapkan oleh pihak sekolah, loh!

2.Selalu Menghormati Guru

Guru merupakan orang yang paling dihormati oleh para murid di China. Tidak ada murid di China yang berani untuk membantah ucapan atau perintah dari sang guru. Mereka juga akan selalu berlaku sopan saat sedang bersama gurunya. Kebiasaan ini sudah ditanamkan sejak kecil dan mereka juga menanamkan, kalau guru itu sama mulianya dengan orang tua kandung mereka sendiri. Jadi kalau kamu ingin seperti murid – murid di China ini, jangan bantah guru, ya!

3.Hukuman Tegas

Hukuman boleh dilakukan oleh para guru kalau para murid melakukan kesalahan. Jika di Indonesia hukuman fisik bisa menimbulkan masalah yang berat nantinya, di China malah diperbolehkan untuk memukul murid dengan menggunakan alat seperti penggaris. Ini dimaksudkan untuk membuat pada murid menjadi lebih disiplin dan berpikir dua kali untuk melakukan kesalahan lagi kedepannya.

4.Rangking di Tempel di Ruang Kelas

Beberapa murid mungkin akan merasa malu jika mengucapkan ia ranking berapa di kelas kepada teman – temannya. Inilah yang dimanfaatkan oleh sekolah – sekolah di China. Namun niatnya bukanlah untuk menjatuhkan mental dari para siswa, melainkan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat bersaing yang sehat diantara para murid. Selain itu ini bisa membantu mereka agar bisa berusaha menjadi lebih giat.

5.Siswa Belajar Lebih Dari 10 Jam/Hari

Kebanyakan sekolah di Indonesia memulai pelajaran pada jam 7 pagi dan selesai pukul 3 sore, itu juga murid – murid sudah jenuh dengan aktivitas tersebut. Lalu bagaimana dengan siswa di China yang harus belajar lebih dari 10 sehari? Selain sekolah formal, terkadang mereka juga memiliki kelas tambahan. Biasanya mereka bisa selesai belajar setelah jam 9 malam, ketika sudah waktunya untuk tidur.

6.Tidak Semua Sekolah Formal

Sama seperti anak – anak lainnya, beberapa anak di China tidak suka belajar di sekolah dan lebih suka melakukan kegiatan – kegiatan lain. Beberapa orang tua di China biasanya tidak memaksakan kehendak anaknya. Biasanya terdapat beberapa anak di China yang memilih untuk bersekolah kung fu, taichi, dan hal lain. Tetapi biasanya mereka tetap mengambil pelajaran dasar.

Itulah beberapa cara belajar siswa yang ada di China. Negara mereka benar – benar mencari cara terbaik untuk bisa membuat para murid semakin meningkat keinginan untuk belajarnya. Selain itu bukan hanya dalam hal akademik, mereka juga mendukung para siswa yang ingin lebih terfokus pada bidang nonakademik.

Semoga artikel ini bisa membantu yang ingin mengetahui lebih dalam perihal para siswa yang ada di China.

Fakta Unik Pendidikan di China

China dikenal sebagai negara yang murid – muridnya cerdas, disiplin, dan kompetitif. Semua murid – murid di Beijing, jika sesuai dengan tingkat kemampuan membacanya, mereka berada pada tingkat paling atas kalau dibandingkan dengan negara – negara lainnya. Tingkat literasi anak – anak muda di China bahkan mencapai 99.4%, loh!

Memang cara mengajar di China seperti apa, sih? Mungkin salah satu alasannya adalah sistem pendidikan yang memiliki karakter kuat. Pemerintah China sendiri sangat memperhatikan pendidikan warganya.

Apa saja yang membedakan pendidikan yang ada di China dengan di Indonesia? Untuk kamu yang tertarik untuk melanjutkan studi ke China, berikut ini adalah beberapa fakta menarik untuk dijadikan referensi agar bisa mengetahui lebih lanjut mengenai sistem pendidikan yang ada di negeri tirai bambu itu.

Fakta Pendidikan di China

1.Pemanasan Setiap Hari

Jika di sekolah, apa yang setiap pagi kamu lakukan? Biasanya sekolah – sekolah yang ada di Indonesia langsung memulai pembelajaran. Padahal biasanya keadaan murid masih mengantuk dan sulit untuk bisa menerima pelajaran masuk ke otak.

Nah, kalau di China, setiap paginya mereka melakukan pemanasan dan mengikuti instruksi guru. Tujuannya agar tubuh menjadi lebih sehat dan juga lebih semangat untuk bisa menjalani hari.

Pemanasan biasanya tidak hanya dilakukan satu hari saja, akan ada sesi dua yang dilakukan siang hari. Pemanasan ini biasanya diiringi dengan musik.

2.Bersih – Bersih Sekolah

Kalau yang satu ini di Indonesia juga ada, kita menyebutnya piket. Kalau di China, murid – murid biasanya berkumpul untuk bersih – bersih seluruh sekolah. Mereka dapat menyapu dan mengepel sekolah, membersihkan jendela, lorong, toilet, meja, dan tempat – tempat lainnya. Kegiatan ini memiliki tujuan yang baik, yaitu untuk menjaga kebersihan sekolah bersama agar pembelajaran menjadi lebih nyaman.

3.Belajar Lebih dari 8 Jam

Para siswa di China biasanya memulai pembelajaran pada pukul 7.30 pagi dan pulang pada pukul 4 – 5 sore. Namun setelah itu, biasanya para murid, khususnya SMA, tidak langsung pulang ke rumah. Mereka biasanya akan lanjut belajar untuk mengerjakan tugas hingga pukul 8 – 10 malam. Mereka sangat giat untuk belajar, ya.

Itu karena kompetisi yang ada di China tinggi, banyak orang tua juga yang mendaftarkan anaknya mengikuti les. Selain itu di China peforma akademik sangat menentukan apakah kamu dapat masuk ke perguruan tinggi yang baik atau tidak.

4.Sesi Belajar Mandiri

Di China terdapat sesi belajar mandiri yang dilakukan setelah para siswa pulang sekolah. Ada sekolah yang mewajibkan murid – muridnya untuk melanjutkan pembelajaran di rumah. Selain itu bahkan ada sekolah yang menerapkan sesi belajar mandiri ini pada pagi hari.

5.Jam Tidur Siang

Kalau di Indonesia biasanya murid akan diomeli saat tidur siang, berbeda dengan keadaan murid – murid di China. Mereka malah diminta untuk tidur siang sebentar sebelum mulai kembali melakukan aktivitas pembelajaran. Ternyata budaya ini bukan hanya berlaku di sekolah, tetapi juga berlaku di kantor.

6.Ada Grafik Ranking Harian

Jika di Indonesia biasanya diumumkan setiap semester, kalau di China akan terus di update setiap harinya. Ini memiliki tujuan agar murid – murid memiliki semangat belajar yang lebih kompetitif.

Rangking pada umumnya berdasarkan nilai dan keaktivan murid. Misalnya kalau murid menjawab pertanyaan dengan baik dan benar di kelas, maka ia akan medapatkan bintang. Dan jika mereka berbuat kesalahan, maka bintang akan dikurangkan.

Itulah beberapa fakta unik mengenai sekolah di China, menarik ya!